Banjir karena salah kita

Banjir
suasana rumah pinggir sungai
Banjir

Persoalan banjir bukan hanya sekali kita alami bersama, sudah setiap tahun musibah ini menelan tidak sedikit korban jiwa. Kemudian kita saling sibuk menyalahkan, Pak RT disalahkan, Pak Lurah disalahkan, Bupati/Wali Kota disalahkan, Gubernur disalahkan, irigasi disalahkan bahkan Hujanpun disalahkan, naudzubillah. Hujan adalah rahmat, membawa berkah dari langit yang dikirim Allah melalui MalaikatNya. Lu yang salah udah buang sampah seenaknya sendiri.

sampah kaleng bekas
kaleng bekas
Satu kaleng botol atau plastik bekas mungkin lu pikir bukan masalah, tapi buat alam itu punya dampak besar. Karena ada puluhan hingga jutaan orang yang berpikir sama kayak lu, jadi jutaan kaleng sama plastik bekas menutup saluran air lalu kejadian banjir. Setiap tahun terjadi musim hujan sama musim panas bergantian. Dan musim hujan biasanya bersamaan dengan musim panen, tapi karena lu pada nyampah musim hujan jadi bersamaan musim banjir.
sampah puntung rokok
puntung rokok

Jadi mulai berhentilah menyalahkan siapapun, karena setiap persoalan berawal dari diri kita sendiri. Mulai membuang sampah dengan benar. Belajar memisahkan sampah organik dan non organik dan kalau bisa buat sampah menjadi lebih produktif. Siapkan tempat sampah di tempat strategis di dekat rumah, di dalam kendaraan (mobil) dan ajak keluarga kita untuk memulai.